Catatan Karya Tulis....................

27 Juli 2009

Unesco : Media Mesti Jadi Peredam Konflik


KOTA JAMBI – Untuk menghindari konflik dalam pemilu legislatif, pilpres dan pilkada, media di Jambi dalam meliput dan menulis berita dituntut untuk netral, memahami aturan dan menggunakan bahasa yang tepat. Dimata Kepala Unesco untuk Indonesia, Arya Gunawan, media itu ibaratkan sebilah pisau tajam dengan dua kemungkinan penggunaan yang berdampak saling bertolak-belakang. Disatu sisi bisa meredam konflik namun disisi lain juga mematik konflik.

Paling tidak hal itu menjadi topik utama dalam diskusi membahas peran media dan potensi konflik daalam pemilu yang digelar UNESCO Indonesia di Hotel Abadi Suite, Kamis (16/7).

“Media ibaratkan sebilah pisau, ditangan dokter bedah bisa menghidupkan orang. Ditangan penjahat bisa membunuh orang. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana membekali agar dapat menjadi pencegah atau penengah konflik,” katanya.

Sementara itu, mantan Wartawan Kompas, Nasrul Tahar dalam materinya tak bisa membantah bahwa pelaksanaan pemilu di Jambi rawan konflik horizontal yang berujung anarkis seperti yang terjadi pada Pilkada di Kerinci lalu. Untuk meredam itu, wartawan dalam meliput dan menulis berita dituntut untuk netral, memahami aturan dan berpihak pada kebenaran, tidak mendramtisir ucapan, kejadian dan tindakan yang berpotensi menaikan suhu konflik.

“Netral, pahami aturan, gunakan kata yang tepat, menyejukan semua pihak, mengeleminir kata-kata fulgar. Begitu juga dengan penyajian photo dan gambar,” katanya.

Jika ini tidak dilakukan, menurut mantan wartawan RCTI dan SCTV, Dhany D Laksono media dikategorikan penyebab konflik. Dia beranggapan, adanya bias idiologi, sara, afiliasi politik, proyek politik, suap, sogok, amplop, kepentingan bisnis, kepentingan iklan dan ancaman dari calon maupun tim tertentu terhadap media atau wartawan dilapangan merupakan faktor – faktor ketidak-netralan media. "Ketidak-netralan media salah satu faktor pemicu konflik dalam pemilu,” kata Dhandy. (infojambi.com/TOT)

0 Komentar:

Posting Komentar

ya

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda